Wednesday, 20 April 2016

Modal Pinjam Baju dari Tanah Abang, Mahasiswa Ini Raup Omzet Rp 150 Juta/Bulan


Modal Pinjam Baju dari Tanah Abang, Mahasiswa Ini Raup Omzet Rp 150 Juta/Bulan 
Foto: Dina Rayanti
 
Jakarta -Yasa Singgih merupakan seorang CEO dari brand Men's Republic yaitu sebuah brand yang menjual pakaian pria. Ia memulai bisnisnya ini sejak tahun 2014, alasannya ia ingin lebih mandiri.

"Saya jalani bisnis ini sambil kuliah, mulainya tahun 2014, alasannya berbisnis ingin lebih mandiri," ungkap Yasa, di sela-sela acara diskusi "Young Entrepreneur-StartUp Opportunity & Challenge 2016", di Citra Tower, Kemayoran, Jakarta, pekan lalu.

Pria kelahiran 23 April 1995 ini lebih memfokuskan produknya di fashion pria. Menurutnya, pakaian pria lebih mudah dan simpel dibanding wanita.

"Lebih fokus di fashion pria lebih fokus sepatu, kenapa bisnis pengen mandiri, kenapa pria karena belinya gampang, nggak ribet, nggak banyak pertimbangan," lanjut Yasa.

Ia mengaku memulai bisnisnya ini tanpa modal. Modalnya murni hanya meminjam baju yang dijual pedagang di Pasar Tanah Abang, kemudian dijual lagi secara online.

"Kalau anak sekarang ditanya bisnis kendalanya apa, pasti modal, nggak punya uang, kalau saya nggak masalah nggak punya modal, saya dulu pinjam barang dari Tanah Abang, pinjam barang pedagang sana, saya jual online itu berkembang sampai sekarang," kata Yasa.

Dengan modal pinjam barang tersebut, saat ini, ia sudah memiliki 10 karyawan dan sudah berhasil ekspor produknya ke 8 negara. Usahanya ini juga sudah meraup omzet sebesar Rp 100-150 juta/bulan.

"Karyawan nggak lebih dari 10 orang dan sudah ekspor ke 8 negara. Saat ini omzet setiap satu hari kirim barang 40-50 pieces dengan kisaran harga Rp 150-200 ribu, jadi per bulan itu sekitar Rp 100-150 juta," ujar mahasiswa Binus ini.

Ia mengakui, saat ini kendala yang dihadapi adalah pengaturan arus kas atau cashflow yang baik.

"Kendala saat ini di pengaturan cashflow karena untungnya kita puterin ke barang lagi jadi pintar-pintar harus ngatur cashflow, karena aset kita di barang nggak pegang banyak cash, retail mesti pintar atur cashflow dan barang," tuturnya.

Pria yang baru saja mendapat penghargaan dari Majalah Forbes sebagai pengusaha termuda ini mengatakan, ke depannya ia ingin memiliki ruang kantor untuk gudang.

"Sekarang berharap bisa pindah ke office space ada warehouse-nya, rumah sudah nggak muat, sekarang sudah kayak kapal pecah, tiap hari Gojek antre, malam ada pick up JNE," kata dia. 
(ewi/wdl)


Sumber: http://finance.detik.com

Sunday, 17 April 2016

Usaha Sendiri adalah Jalan yang Paling Tepat


A.   Latar Belakang
Waktu itu adalah semester 2 aku duduk di bangku perguruan tinggi. Belum genap setahun kuliah beban berat sudah sangat terasa, hanya karena masalah ekonomi. Ya inilah resiko yang harus dihadapi oleh rakyat kecil yang ingin menuntut ilmu sampai perguruan tinggi. Maka dalam kondisi seperti itu aku jadi sering merenung, memikirkan cara bagaimana mengatasi masalah tersebut. Dan akhirnya sampailah pada kesimpulan bahwa jalan yang paling tepat adalah dengan usaha sendiri.
Dengan latar belakang :
-    Bukan pegawai negeri
-    Tidak punya sawah
-    Bukan pula nelayan
-    Penghasilan yang minim
Maka tak pelaki usaha sendiri (wira usaha / wiraswasta) adalah jalan yang paling tepat untuk bisa memecahkan masalah ekonomi.
B.   Keuntungan berwira usaha
Suatu usaha apalagi bagi pemula, tidak harus besar. Usaha kecil pun jadi, justru akan lebih baik. Hal ini karena kita masih dalam taraf belajar, perlu memahami tantangan apa saja yang harus dihadapi dalam memulai sebuah usaha. Di samping itu resiko yang ditanggung tidak akan terlalu besar seandainya menemui kegagalan. Dan yang tak kalah penting adalah disesuaikan dengan modal yang tersedia. 
Keuntungan yang didapat dengan menjalankan usaha :
-       Usaha sendiri lebih menjanjikan untuk mencapai kemajuan.
-       Potensi untuk meraih keuntungan materi sangatlah besar.
-   Anda bisa mengatur kegiatan sedemikian rupa sehingga lebih banyak waktu yang tersedia untuk berkumpul dengan keluarga.
-     Hal yang tak kalah penting adalah kita bisa mengembangkan diri dengan lebih baik, lebih leluasa mengembangkan kemampuan diri.
-       Dengan mendirikan usaha, kita bisa membantu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain yang tentunya hal ini merupakan sarana ibadah yang tak ternilai pahalanya.
Itulah kenapa dewasa ini banyak orang yang tersadar akan perlunya memiliki usaha sendiri. Bahkan para karyawan yang telah mapanpun tidak sedikit yang melirik dan beralih menjadi wiraswastawan. Mereka menginginkan aktifitas yang bisa mendatangkan kebebasan waktu dan uang, yaitu dengan cara berbisnis.
C.   Hal-hal yang harus dipunyai untuk memulai sebuah usaha

-       Niat, minat dan tekat yang kuat untuk terjun ke dunia bisnis. Segala sesuatu harus didahului dengan niat. Dan pastikan Anda memiliki minat yang cukup besar terhadap dunia bisnis yang akan dimasuki. Hal ini akan membawa diri Anda dengan senang hati rela mempelajari dan mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis.
Sedangkan tekad yang kuat perlu Anda tumbuhkan untuk meyakinkan diri Anda agar selalu konsisten dan tidak cepat menyerah dalam mengasah kemampuan di bidang bisnis. Bagaimanapun, memulai bisnis tidak hanya perlu waktu sehari atau dua hari saja, tetapi dibutuhkan proses dan perjuangan yang cukup panjang hingga akhirnya bisnis yang Anda cita-citakan dapat berjalan dengan lancar.
-      Ide bisnis yang cemerlang. Ide bisnis adalah hal yang sangat penting dalam memulai suatu usaha. Ide bisnis yang bagus akan memiliki andil yang besar terhadap kesuksesan dari usaha yang kita jalankan. Walaupun ide bisnis kadang bisa datang secara kebetulan, namun akan lebih baik bila kita rajin mencurahkan pikiran untuk menciptakan ide bisnis yang baik.  Dengan banyak berpikir tentang bisnis, kita akhirnya punya banyak rencana bisnis yang dapat kita wujudkan. Lalu pilihlah ide bisnis yang penuh inovasi dan punya keunggulan.
-       Kejelian melihat dan menciptakan peluang. Pandai-pandailah melihat peluang yang ada. Amatilah kecenderungan yang dilakukan masyarakat di sekitar kita. Sebagai contoh adalah masyarakat saat ini lebih peduli terhadap masalah kesehatan. Maka kembangkanlah produk yang menyehatkan, misalnya saja produk organik. Produk herbal ataupun barang-barang yang mempunyai khasiat yang baik untuk menjaga kesehatan bisa juga dipilih. Kita tahu bahwa masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang-barang yang alami. Maka janganlah menggunakan zat-zat tambahan yang dapat memberikan efek tidak bagus terhadap tubuh kita.
Anda bisa juga melihat hasil-hasil yang banyak terdapat pada suatu daerah. Itu bisa dimanfaatkan sebagai lahan bisnis. Sebagai contoh di suatu daerah banyak dihasilkan kacang mete, kopi, rumput laut dan sebagainya. Anda bisa mengumpulkan hasil-hasil bumi tersebut dengan bertindak sebagai pengepul lalu menyalurkannya ke pabrik, ataupun kita ekspor. Atau kita sendiri juga bisa mengolah barang tersebut menjadi barang jadi atau setengah jadi.  
-       Tinjau pasar. Usaha yang bagus tentunya adalah yang di pasaran masih jarang, atau bahkan masih belum ada. Ini adalah peluang yang harus segera dilaksanakan. Cobalah datang ke supermarket, Anda bisa melihat jenis barang apa yang belum banyak ada disana. Ini bisa menjadi salah satu sumber untuk memunculkan ide bisnis Anda.
Sebelum memulai menjalankan usaha, kita harus menentukan target pasar yang akan dicapai. Jika kita merencanakan target pasar dari produk kita untuk kelas bawah, biasanya harga jual harus yang cukup murah. Dan jika kita menyasar kelas menengah ke atas, harga jual bisa lebih tinggi dan dengan kemasan yang bagus.
Perkembangan pesat sistem informasi sekarang ini menjadi sarana yang bagus untuk mencari peluang bisnis sekaligus mempermudah pemasaran produk kita. Dengan cara online membuat produk Anda bisa dikenal sampai ke luar daerah bahkan luar negeri. Ini menjadi kesempatan yang bagus dan membuat pasar Anda terbuka lebar.
-      Modal bukan halangan untuk memulai usaha. Banyak yang beranggapan bahwa untuk memulai bisnis harus punya modal uang yang besar. Ini adalah anggapan yang tidak tepat. Jangan berkecil hati dan mundur dari niat berbisnis hanya karena merasa tidak punya modal. Banyak orang yang sukses memulai usaha hanya dengan modal awal yang kecil. Ada yang dengan modal kurang dari satu juta rupiah, bahkan ada yang kurang dari seratus ribu rupiah, sudah bisa memulai suatu usaha dan berhasil. Ini patut kita jadikan motivasi untuk melecut semangat kita dalam berbisnis. Kalau mereka bisa, kita juga harus bisa.
Cara menyiasati usaha sehubungan dengan masalah modal:
  •  Mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk dijadikan modal.
  • Pilihlah rencana bisnis yang tidak memerlukan modal yang besar.
  • Bekerja sama dengan teman atau orang lain.
  • Memang bisa mengajukan pinjaman modal ke lembaga keuangan misalnya bank, tetapi itu sangat beresiko. Akan sangat baik jika berusaha dengan kekuatan sendiri.

So, segeralah mulai melaksanakan usaha. The time is now! Semakin cepat Anda memulai usaha, berarti akan lebih banyak waktu dan kesempatan untuk membuat usaha Anda lebih berkembang. Sebaliknya jika terus menunda, mungkin saja pihak lain sudah lebih dulu mengeluarkan produk yang menjadi saingan Anda sehingga peluang pasar yang ada akan lebih kecil.
Barangkali ada baiknya kita petik ucapan Bob Sadino dalam sebuah iklan televisi : “Jadi pengusaha itu bukan karena pintar, tapi bejo (beruntung). Jangan banyak mikir, berusaha sajalah”.